Talud Cegah Banjir dan Sarana Irigasi Pertanian


Disamping untuk menanggulangi bencana banjir dan genangan yang kerap kali melanda permukiman setiap hujan turun, talud sungai dua sisi yang terbangun menyusuri di tiga RT di Dusun Bekakak, Desa Munggung, Karangdowo, Klaten ternyata juga menguntungkan dari sisi pertanian masyarakat setempat. Hal inilah yang disampaikan Madiyana, Lurah Munggung kepada tim rombongan Rakornis Rekompak-JRF di lokasi pembangunan.

“Permukiman gak pernah banjir, masa panen juga lancar,” ungkap Pak Lurah ketika ditanya manfaat dari talud itu. Meski belum semua terbangun sesuai rencana awal di dokumen RPP (Rencana Penataan Permukiman), talud sungai sepanjang kurang lebih 1 kilometer itu juga dirasakan manfaatnya di desa tetangga. Hal ini karena sungai yang ditalud itu merupakan batas antara Desa Munggung dan Desa Bulusan.

Bahkan karena ikut merasakan manfaatnya, saat pengerjaannya beberapa warga dari Desa Bulusan juga ikut menyumbang snack (konsumsi) untuk pekerja. Sebelum memulai pengerjaan pembangunan, usulan pembangunan talud ini juga sudah melalui proses sosialisasi dan sinkronisasi antar desa-desa yang berdampingan melalui kegiatan MAD (Musyawarah Antar Desa) yang dilakukan di tingkat kecamatan. “Desa-desa yang diluar sasaran RPP Replikasi juga hadir saat itu,” jelas Ketua PP yang saat itu juga ikut mendampingi.

Saat ini, desa replikasi yang sudah menghabiskan dana Rp.350 juta di tahap pertama implementasi BDL Rekompak-JRF itu sedang dalam persiapan untuk penyerapan dana BDL (Bantuan Dana Lingkungan) tahap kedua. Rencananya dana BDL selanjutnya akan digunakan untuk meneruskan pembangunan talud sungai yang menyisakan sepanjang kurang lebih 500 meter, ujar salah satu fasilitator yang saat itu menjadi penunjuk jalan saat menyusuri desa.

Menanggapi hal itu, Team Leader DMC Jawa Tengah Asung Prakoso menyarankan, rembug-rembug persiapan untuk putaran selanjutnya segera saja dilakukan. Selambatnya 15 Juli sudah diproses untuk pencairannya, tegasnya kepada Pak Lurah dan Ketua PP Desa Munggung. Yang terpenting yang harus diperhatikan untuk melanjutkan ke tahap berikutnya adalah bahwa laporan pertanggungjawaban (LPJ) harus sudah selesai, dan rembug terkait evaluasi terhadap pelaksanaan pembangunan sudah dilakukan. Jika hasil evaluasinya baik, tentu tidak ada masalah untuk melanjutkan ke tahap berikutnya, tambahnya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.